SURABAYA ( LENTERA ) - Tren gaya rambut anak perempuan di tahun 2026 kini bergeser ke arah estetika Korea Selatan yang menekankan kesan natural, rapi, namun tetap menggemaskan. Para orang tua mulai meninggalkan gaya rambut yang kaku.
Tren ini tidak hanya fokus pada kecantikan visual, tetapi juga pada kenyamanan anak agar tetap leluasa bergerak tanpa terganggu helai rambut saat bermain atau belajar.
Pembaruan gaya rambut di tahun 2026 menonjolkan potongan yang low-maintenance namun tetap stylish, seperti Bob with See-Through Bangs hingga Hush Cut versi anak-anak. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang didominasi oleh gaya rambut panjang yang rumit, tahun ini para penata rambut profesional justru menyarankan potongan medium yang memberikan volume alami pada rambut tipis anak. Penggunaan poni tipis transparan (see-through) menjadi kunci utama untuk memberikan kesan wajah yang lebih cerah dan imut khas anak-anak di drakor.
Secara teknis, kenyamanan kulit kepala anak menjadi prioritas dalam tren rambut 2026. Model seperti Space Buns dan Half-Up Top Knot kembali populer karena mampu menjauhkan rambut dari wajah saat cuaca panas. Para ahli gaya rambut menyarankan penggunaan aksesori minimalis seperti pita kain atau jepit rambut berbahan silikon lembut untuk menghindari rambut pecah atau rontok akibat ikatan yang terlalu kencang. Tren ini juga mengajak orang tua untuk lebih menghargai tekstur alami rambut anak, baik itu lurus, gelombang, maupun keriting, dengan teknik potong yang mengikuti arah jatuhnya rambut.
Gaya rambut bukan sekadar soal penampilan, melainkan juga sarana ekspresi diri bagi anak sejak usia dini. Dengan memilih model rambut ala Korea yang tepat, anak tidak hanya terlihat lebih kekinian, tetapi juga merasa lebih percaya diri. Konsultasi dengan penata rambut khusus anak sangat disarankan untuk mendapatkan potongan yang sesuai dengan bentuk wajah dan jenis rambut si kecil. (Nathasya_UINSA, Berkontribusi dalam tulisan ini)
Tips & Trik Tata Rambut Anak Anti-Ribet
1.Sesuaikan dengan Bentuk Wajah: Untuk wajah bulat, pilih model rambut bob dengan sedikit layer di bagian samping. Untuk wajah lonjong, poni depan akan memberikan kesan wajah yang lebih proporsional.
2.Gunakan Sisir Anti Kusut: Rambut anak cenderung mudah kusut. Gunakan detangling brush sebelum memulai penataan agar anak tidak merasa kesakitan saat rambut ditarik atau diikat.
3.Pilih Ikat Rambut Tanpa Logam: Gunakan ikat rambut berbahan kain atau kabel telepon yang elastis. Hindari karet gelang atau jepit besi yang bisa merusak batang rambut dan menyakiti kulit kepala.
4.Trik Poni See-Through: Jika tidak ingin memotong poni terlalu pendek, gunakan sedikit hair roller pada poni selama 5-10 menit untuk memberikan efek lengkungan yang natural dan bervolume.
5.Produk Perawatan Ringan: Gunakan hair mist atau vitamin rambut khusus anak sebelum menata rambut agar hasil akhir terlihat lebih berkilau (shiny) dan mudah diatur sepanjang hari.
Teknik Keramas yang Benar
Frekuensi: Jangan keramas setiap hari agar minyak alami rambut tidak hilang. Anak usia 4-9 tahun cukup keramas 1-2 kali seminggu. Jika rambutnya lurus/berminyak atau anak sangat aktif, bisa dilakukan tiap 2 hari sekali.
Produk: Gunakan sampo khusus anak yang memiliki pH seimbang (4,5–6) dan bebas bahan kimia keras seperti sulfat (SLS) atau paraben.
Pijatan: Saat keramas, fokuslah memijat kulit kepala dengan lembut menggunakan ujung jari untuk melancarkan sirkulasi darah dan membersihkan kotoran.
Cara Menyisir agar Tidak Sakit
Gunakan Sisir yang Tepat: Pilih sisir bergigi jarang untuk rambut panjang atau keriting agar tidak menarik akar rambut.
Teknik dari Bawah ke Atas: Mulailah menyisir dari bagian ujung rambut terlebih dahulu untuk mengurai kekusutan, baru perlahan naik ke arah akar.
Kondisi Rambut: Untuk rambut lurus, sebaiknya disisir dalam keadaan kering. Namun, untuk rambut yang sangat keriting, menyisir saat basah (dengan bantuan kondisioner/hair lotion) lebih disarankan agar tidak patah




.jpg)
