JAKARTA (Lentera) -Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo telah tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT).
“Bupati tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB, dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).
Setibanya di KPK, Gatut langsung digiring masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
Budi mengatakan, pihak-pihak lain masih diperiksa di Mapolresta Tulungagung.
“Sedangkan untuk pihak-pihak lainnya, saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Mapolresta Tulungagung,” imbuhnya.
Diketahui, KPK melakukan penyelidikan tertutup di sejumlah tempat di Jawa Timur. Baca juga: Bupati Tulungagung Gatut Sunu Susul 5 Kepala Daerah yang Di-OTT KPK Sepanjang 2026 Totalnya, ada 16 orang yang diamankan dalam operasi senyap ini.
Hingga saat ini, KPK belum membeberkan identitas 15 orang yang ditangkap bersama-sama dengan Gatut.
KPK juga belum menyebutkan ada tidaknya barang bukti yang ikut disita.
Kekayaan Gatut Sunu Wibowo Mencapai Rp 18 Miliar
Mengutip Kompas, Gatut diketahui memiliki harta kekayaan sebesar Rp 18.078.162.376 berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 3 September 2024.
Ia mempunyai puluhan bidang tanah dan bangunan di Surabaya, Tulungagung, dan Trenggalek serta belasan kendaraan.
Berikut rinciannya.
Tanah dan bangunan:
- Tanah dan bangunan seluas 346 m²/150 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 205.950.000
- Tanah dan bangunan seluas 180 m²/150 m² di Surabaya, hasil sendiri Rp 1.800.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 144 m²/120 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 333.330.000
- Tanah seluas 3.045 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.812.500.000
- Tanah seluas 2.494 m² di Tanah Laut, hasil sendiri Rp 1.187.619.000
- Tanah seluas 787 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 633.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 860 m²/56 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 716.600.000
- Tanah dan bangunan seluas 312 m²/200 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 304.166.000
- Tanah seluas 1.280 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 422.330.000
- Tanah seluas 2.199 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 304.285.000
- Tanah seluas 560 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 200.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 426 m²/316 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.571.428.000
- Tanah seluas 280 m² di Trenggalek, hasil sendiri Rp 98.214.000
- Tanah seluas 848 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 504.761.000
- Tanah dan bangunan seluas 2.786 m²/929 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.648.800.000
- Tanah seluas 1.048 m² di Trenggalek, hasil sendiri Rp 249.500.000
- Tanah dan bangunan seluas 795 m²/200 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 770.800.000
- Tanah dan bangunan seluas 1.940 m²/425 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.359.000.000
- Tanah seluas 425 m² di Trenggalek, hasil sendiri Rp 110.428.000
- Tanah seluas 272 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 800.000.000
- Tanah seluas 1.948 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 300.000.000.
Kendaraan:
- Mobil Toyota Vellfire 2018, Rp 800.000.000
- Mobil Mitsubishi Pajero Sport 2018, Rp 425.000.000
- Mobil Toyota Innova 2021, Rp 450.000.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2009, Rp 37.500.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2001, Rp 37.500.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2007, Rp 45.000.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2007, Rp 45.000.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2012, (nilai tidak tercantum)
- Mobil Mitsubishi Truck 2004, Rp 40.000.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2003, Rp 27.500.000
- Mobil Mitsubishi L300 2002, Rp 17.500.000
- Motor Honda 2008, Rp 3.250.000
- Motor Honda 2006, Rp 4.500.000
- Motor Honda 2007, Rp 3.000.000
-Motor Honda 2015, Rp 3.000.000
- Motor Honda 2012, Rp 4.500.000
-Motor Yamaha 2005, Rp 2.250.000.
Harta lainnya:
Harta bergerak lainnya: Rp 665.000.000 Kas dan setara kas: Rp 84.951.376 (*)
Editor: Arifin BH




.jpg)
