08 April 2026

Get In Touch

Pemkot Surabaya Gelar Festival Industri, Targetkan Ekspor Tembus 100 Juta USD

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto memantau Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 di Balai Kota.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto memantau Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 di Balai Kota.

SURABAYA (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 dengan target ambisius, yakni mendorong transaksi ekspor hingga 100 juta USD sekaligus menyerap ribuan tenaga kerja.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan kegiatan tersebut sebagai langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kegiatan ini murni hasil kerja sama dengan pelaku usaha tanpa menggunakan dana APBD. Ini adalah komitmen bersama untuk membuka lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis,” kata Lilik, Selasa (7/4/2026).

Berlangsung pada 7-9 April 2026, kegiatan ini mengintegrasikan bursa kerja (job fair) dan pertemuan bisnis (business matching) berskala internasional.

Festival yang dipusatkan di Balai Kota Surabaya dan Grand City Convention Hall ini menjadi ruang temu antara pencari kerja, pelaku industri, serta buyer dari berbagai negara. 

Dalam agenda business matching, Pemkot Surabaya menghadirkan buyer dari enam negara, yakni Pakistan, Brunei Darussalam, Amerika Serikat, Singapura, Hong Kong, dan Oman.

Beragam produk unggulan ditawarkan, mulai dari makanan dan minuman, furnitur, hingga fesyen seperti batik.

Lilik menekankan pentingnya kurasi produk agar mampu bersaing di pasar global. Menurutnya, penguatan infrastruktur transportasi dan logistik juga terus dilakukan guna mendukung efisiensi ekspor

“Kita ingin produk lokal Surabaya naik kelas, tidak hanya kuat di pasar nasional tetapi juga mampu menembus pasar internasional,” tuturnya.

Untuk memperkuat kesiapan ekspor, Pemkot Surabaya juga berkolaborasi dengan Export Center Jawa Timur dalam memberikan pendampingan teknis kepada pelaku usaha. Langkah ini diharapkan dapat memastikan proses ekspor berjalan optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Hebi Djuniantoro, menuturkan, festival ini diikuti sekitar 35 perusahaan yang membuka sedikitnya 1.200 lowongan kerja.

Antusiasme masyarakat pun tinggi, tercermin dari lebih dari 2.000 pendaftar melalui aplikasi Arek Suroboyo Siap Kerjo (ASSIK).

“Ini langkah konkret menekan angka pengangguran. Selain job fair, kami juga menggelar coaching clinic ekspor yang diikuti 80 pelaku usaha, dengan 36 di antaranya telah siap mengikuti business matching,” jelas Hebi.

Ia menambahkan, puncak acara akan digelar di Grand City Convention Hall dengan agenda pelepasan ekspor produk UMKM secara simbolis yang direncanakan dihadiri Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama perwakilan Kementerian Perdagangan.

“Kami bersama Export Center Jawa Timur menargetkan nilai transaksi mencapai 100 juta USD. Ini menjadi awal penguatan klaster industri di Surabaya,” tambahnya.

Selain itu, agenda juga mencakup sesi walk-in interview bagi para pencari kerja yang telah terdaftar. "Harapannya kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang semakin memperkuat ekosistem industri dan ketenagakerjaan," tutupnya.

Reporter: Amanah/Editor:Santi

 

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.