06 April 2026

Get In Touch

Khofifah Ajak Muslimat NU NTB Aktif Cegah Pernikahan Dini

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa pada pengukuhan 10 Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama se-NTB di Mataram, Minggu (5/4/2026). (foto:ist/Ant/Pemprov NTB)
Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa pada pengukuhan 10 Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama se-NTB di Mataram, Minggu (5/4/2026). (foto:ist/Ant/Pemprov NTB)

MATARAM (Lentera) - Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengajak Muslimat NU di Nusa Tenggara Barat (NTB) ikut berperan aktif dalam membantu pemerintah daerah mencegah pernikahan dini.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah persoalan sosial, khususnya pernikahan usia dini. Peran ibu-ibu sangat besar, tetapi ini juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat," kata Khofifah pada pengukuhan 10 Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama se-NTB di Mataram melansir Antara, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, ketahanan keluarga merupakan pilar utama menuju Indonesia Emas.

​"Keluarga adalah benteng pertama. Jika benteng ini rapuh, maka pertahanan bangsa juga akan goyah. Muslimat NU harus hadir untuk memastikan tradisi luhur tetap terjaga namun tetap mandiri secara ekonomi agar keluarga semakin berdaya," ujarnya.

​Khofifah mengingatkan, pentingnya adaptasi digital bagi para kader Muslimat tanpa meninggalkan akar identitas sebagai santri. Kemandirian yang dimaksud mencakup kemandirian berpikir, perempuan dan perlindungan anak, bertindak, dan ekonomi. 

Sehingga Muslimat NU mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya di NTB.

 

Khofifah menekankan, pentingnya penguatan dakwah tidak hanya melalui lisan, tetapi juga tindakan nyata.

"Dakwah bilisan sudah banyak dilakukan, tetapi dakwah bilhal harus kita kuatkan. Program vaksinasi, misalnya, adalah bentuk nyata dakwah bilhal," tandasnya.

Ia mengungkapkan, capaian vaksinasi di NTB telah mencapai 97 persen melalui program kerja sama dengan Global Alliance for Vaccination Indonesia (GAVI).

Selain itu, Muslimat NU juga mengembangkan program lingkungan melalui gerakan penanaman pohon berbasis pesantren.

"Kami menyebutnya sebagai sedekah oksigen. Ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja," kata Gubernur Jawa Timur ini.

Khofifah juga mengajak, seluruh anggota Muslimat untuk terus menjaga nilai-nilai tradisi dan mendorong peradaban yang damai di tengah dinamika global.

"Jika konflik dibalas dengan konflik, tidak akan ada yang menang. Karena itu, perempuan, termasuk Muslimat, harus ikut menyuarakan perdamaian hingga ke tingkat internasional," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PWNU NTB, Prof Masnun mengapresiasi kiprah Khofifah yang dinilai menjadi teladan bagi perempuan.

"Beliau adalah uswatun hasanah bagi kita semua. Kiprahnya membuktikan bahwa perempuan memiliki peran besar dan kesempatan yang sama dalam membangun peradaban," tuturnya.

Ia juga menegaskan, perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan.

"Perempuan bukan hanya pelengkap, tetapi memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam membangun dunia," katanya.

Selanjutnya, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai keluarga di tengah perubahan sosial.

Menurutnya, berbagai persoalan sosial seperti pernikahan dini dan penyalahgunaan narkoba berakar dari melemah-nya nilai keluarga.

Ia pun mengajak, Muslimat NU menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan keluarga, seruan tersebut disambut antusias oleh ratusan peserta yang hadir.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.