BALIKPAPAN (Lentera) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengingatkan petambak mewaspadai pasang laut yang diperkirakan setinggi 2,9 meter pada 5 April 2026, karena pasang setinggi ini bisa menyebabkan budi daya perikanan tambak hanyut oleh arus laut.
"Di perairan Balikpapan, pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 5 April 2026 dengan ketinggian 2,9 meter, pukul 08.00 WITA. Surut terendah 0,2 meter pada 6 April 2026 pukul 01.00 WITA," ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani di Balikpapan mengutip Antara, Kamis (2/4/2026).
Sementara di perairan Balikpapan, setidaknya terdapat lima kawasan yang terpengaruh langsung oleh pasang surutnya seperti Samboja dan Samboja Barat (Kabupaten Kutai Kartanegara), Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.
Lima kawasan pesisir ini masih banyak tambak aktif, katanya, sehingga ketika terjadi pasang laut dikhawatirkan budi daya dalam tambak warga, seperti udang, ikan, maupun kepiting, bisa hilang oleh dampaknya sehingga pemilik diimbau waspada.
Pada 8 April juga bertepatan dengan Hari Minggu atau hari libur, yang dimungkinkan banyak warga rekreasi di pantai, sehingga warga yang berwisata pada tanggal tersebut pun diingatkan waspada.
Peringatan dini juga disampaikan kepada kawasan pesisir lain di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), antara lain di muara Sungai Berau dan sekitarnya, dengan pasang tertinggi tanggal 6 April 2026 setinggi 2,8 meter pada pukul 10.00 WITA.
"Sedangkan untuk surut terendah diperkirakan setinggi 0,1 meter pada tanggal 3 April 2026 pada pukul 15.00 WITA," kata Carolina.
Sama dengan di perairan Balikpapan, lanjutnya, di pesisir Kabupaten Berau ini juga masih banyak tambak aktif dan banyak objek wisata berbasis pantai yang bisa terdampak jika terjadi pasang laut, sehingga kewaspadaan setiap warga harus diutamakan.
"Pasang laut juga akan terjadi di Teluk Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, yakni pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 3 April 2026 dengan ketinggian 2,8 meter pada pukul 07.00 WITA. Sedangkan surut terendah diperkirakan 0,1 meter pada 4 April pukul 07.00 WITA," imbuhnya.
Editor: Arief Sukaputra





.jpg)
