SURABAYA (Lentera)- Usai libur Lebaran 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat implementasi program Kampung Pancasila sebagai langkah memperkuat solidaritas warga di tingkat kampung. Program ini ditargetkan mulai berjalan merata di seluruh RW dalam satu hingga dua minggu ke depan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, implementasi program Kampung Pancasila akan dilakukan secara masif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Pemkot juga akan turun ke lapangan untuk memastikan nilai-nilai seperti saling memaafkan, saling menguatkan, serta mempererat hubungan antarwarga dapat dijalankan secara nyata di lingkungan masing-masing.
"Bagaimana kita akan turun maksimal kepada seluruh warga untuk saling menguatkan, mengingatkan. Arti dari puasa Ramadan, arti dari bulan Syawal, saling memaafkan, saling menguatkan antara saudara-saudara yang ada di RW kita, di kampung kita sendiri," jelas Eri, Kamis (26/3/2026).
Sebagai langkah awal, Pemkot telah menyiapkan percontohan Kampung Pancasila di dua wilayah, yakni Kecamatan Genteng dan Wonokromo. Model ini akan menjadi acuan dalam percepatan implementasi di seluruh wilayah Kota Pahlawan.
"InsyaAllah dengan begitu maka Kampung Pancasila ini sudah akan berjalan dan kita sudah ada contoh dulu, dua contoh yang ada di Kecamatan Genteng dan Kecamatan Wonokromo," tuturnya.
Eri menargetkan program Kampung Pancasila dapat diterapkan secara merata di seluruh RW di Surabaya. "InsyaAllah dalam waktu seminggu sampai dua minggu ini kita harus sudah jalan, harus semua RW sudah bisa terpegang dan terselesaikan," harapnya.
Dengan percepatan tersebut, Eri optimistis program Kampung Pancasila dapat berjalan secara menyeluruh pada awal April 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
"Sehingga di awal bulan April nanti, maka kita sudah menjalankan Kampung Pancasila secara menyeluruh," pungkasnya.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH





.jpg)
