JAKARTA (Lentera)-Seorang perempuan bernama Dewhinta Anggary, cucu seniman Betawi legendaris Mpok Nori, ditemukan tewas di rumah kontrakannya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2926).
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Timur, Dicky Fertoffan, membenarkan Dewhinta dibunuh. Pelakunya adalah warga negara asing (WNA) asal Iran.“Iya benar pelakunya satu orang, WNA kelahiran Iran," kata Dicky kepada wartawan, Minggu (22/3/2026).
Namun, Dicky belum memerinci lebih jauh terkait kronologi maupun motif pembunuhan tersebut. Ia menyebut penanganan kasus selanjutnya akan ditangani oleh Polda Metro Jaya.“Untuk saat ini, seperti itu, perkembangan berikutnya di Polda ya," tuturnya.
"Alhamdulillah, pelaku sudah ditangkap penanganannya subdit Resmob Polda Metro Jaya," kata Kanit Reskrim Cipayung Iptu Edy Handoko saat dikonfirmasi, Minggu (22/3/2026).
Ia juga menyebut, pelaku adalah suami siri korban. "Betul (suami siri)," ucap Edy.
Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Ressa Marabessy memberikan keterangan, bahwa Fuad, suami siri yang merupakan pelaku, beberapa kali terlihat sehari sebelum peristiwa itu terjadi.
"Pada hari Jumat 20 Maret 2026, seorang saksi melihat Fuad, mantan suami Dwintha Anggry jalan kaki di depan Gang Daman 2 ke Daman 1, sempat menegur Fuad yang mengenakan kaos hijau dan celana pendek," kata Ressa.
Tak hanya itu, seorang saksi lainnya juga melihat Fuad masih mengenakan pakaian yang sama pada hari itu.
"Saksi Siti sempat melihat Fuad, hari Jumat 20 Maret 2026 di Masjid, solat subuh di Al Ikhlas, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur," kata Ressa.
Sementara itu polisi menemukan kondisi Dwintha sudah tewas, dengan darah mengering di lantai dan kasur. Dari penelusuran polisi, hanya ada 2 orang yang memegang kunci kontrakan rumahnya.
"Untuk kunci rumah ada 2, yang dipegang Dwintha Anggary dan Fuad," ucap Ressa.
Editor: Widyawati/ist





.jpg)
