23 March 2026

Get In Touch

Emas Dunia Anjlok 1,8% Setelah Trump Kirim Pasukan Tambahan ke Timteng

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA (Lentera)-Harga emas dunia ditutup anjlok pada Minggu (22/3/2026) seiring penguatan Dolar AS. Sentimen pasar ini terjadi setelah Presiden Donald Trump dilaporkan menambah pasukan militer AS ke Timur Tengah.

Mengutip Reuters pada Minggu (22/3/3026), harga emas spot hari Jumat (20/3/2026) tercatat turun 1,8 persen ke level USD 4.563,64 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat menguat. 

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga melemah 0,7 persen ke posisi USD 4.574,90. Harga emas spot juga terpantau terus turun hingga ke level USD 4,487.65 per troy ounce.

Penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS terjadi setelah laporan Reuters menyebutkan Washington mengirim ribuan marinir dan pelaut tambahan ke kawasan Timur Tengah. Kondisi ini membuat emas menjadi kurang menarik bagi investor global karena dihargai dalam Dolar AS.

Konflik antara AS, Israel, dan Iran yang memanas sejak akhir Februari turut memperburuk sentimen pasar. Blokade Iran di Selat Hormuz berisiko menjaga harga energi tetap tinggi dan memperbesar tekanan inflasi global.

Penjual logam independen, Tai Wong, mengatakan harga emas dan perak tertekan turun karena pasar menghadapi kekhawatiran seperti biasa menjelang akhir pekan.

"Harga logam khususnya sangat bergejolak setelah penurunan tajam pekan ini akibat kekhawatiran kenaikan suku bunga. Harga diperkirakan akan segera stabil, tetapi perjalanannya berliku-liku," katanya.

Sebagai aset lindung nilai, emas biasanya diuntungkan saat ketidakpastian meningkat. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga justru menekan daya tariknya karena tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar kini memperkirakan bank sentral utama dunia, termasuk Bank Sentral Eropa dan Bank of England, berpotensi menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Di sisi lain, Federal Reserve memilih menahan suku bunga, namun memberi sinyal inflasi masih akan tinggi.

Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan arah kebijakan ke depan akan sangat dipengaruhi ketidakpastian akibat konflik geopolitik.

Di pasar logam lainnya, per Jumat (20/3/2026) harga perak jatuh 4,8 persen menjadi USD 69,39. Sementara platinum turun 0,9 persen dan paladium melemah 1,6 persen.

Editor:Widyawati




 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.