13 March 2026

Get In Touch

Jelang Lebaran, 522 Personel Dikerahkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 di Jember

Bupati Jember Gus Fawait saat memimpin apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Semeru 2026 di Alun-alun Kota Jember.
Bupati Jember Gus Fawait saat memimpin apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Semeru 2026 di Alun-alun Kota Jember.

JEMBER (Lentera) - Pemerintah Kabupaten Jember bersama unsur TNI dan Polri resmi memulai pengamanan perayaan Idul Fitri melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Semeru 2026” yang digelar di Alun-Alun Jember, Kamis (12/3/2026) sore. Operasi ini mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” sebagai upaya memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.

 

Bupati Jember Gus Fawait yang memimpin apel tersebut menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah siap menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang hari raya. "Dari berbagai pengalaman penanganan masalah sebelumnya, termasuk kelangkaan bahan bakar, menjadi pembelajaran penting untuk memperkuat koordinasi antar instansi," ujar Bupati Gus Fawait. 

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri sebelumnya berhasil meredam kepanikan masyarakat terkait pembelian bahan bakar secara berlebihan sehingga distribusi BBM dapat kembali normal. "Kami juga memastikan bahwa ketersediaan energi di wilayah Jember dalam kondisi aman," ujarnya. 

Persediaan bahan bakar minyak disebut cukup hingga setelah Lebaran, sementara pasokan gas LPG juga dipastikan tersedia karena kuotanya telah ditambah melalui koordinasi dengan pihak terkait. Selain sektor energi, pemerintah daerah juga menyiapkan pengamanan di berbagai sektor lain, termasuk destinasi wisata yang diperkirakan akan mengalami peningkatan kunjungan selama masa libur Lebaran.

Gus Fawait menyebutkan bahwa lonjakan wisatawan telah diprediksi, terlebih setelah pengelolaan kawasan wisata Pantai Papuma dan Watu Ulo digabungkan sehingga dinilai semakin menarik minat pengunjung. "Kami pemerintah daerah juga akan menggelar rapat khusus untuk membahas langkah-langkah pengamanan serta pengelolaan kawasan wisata tersebut," imbuhnya. 

Sementara Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputro menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru akan berlangsung selama 13 hari dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai instansi. "Kedepan engamanan tidak hanya difokuskan pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada stabilitas kebutuhan pokok masyarakat serta keamanan di sejumlah lokasi wisata," terang AKBP Bobby.

Dia juga menyebutkan total personel yang diterjunkan mencapai 522 orang, terdiri dari 250 personel kepolisian dan sisanya merupakan personel gabungan dari instansi terkait. Para petugas akan ditempatkan di berbagai pos pengamanan dan titik strategis, termasuk jalur utama lalu lintas serta kawasan wisata yang diperkirakan ramai selama libur Lebaran.

Kepolisian juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kemacetan di sejumlah titik rawan di wilayah Jember. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain Simpang Empat Mangli sebagai akses utama keluar masuk kota, Jalan Ahmad Yani, Jalan Trunojoyo, serta kawasan sekitar Kampus Universitas Jember yang kerap dipadati aktivitas masyarakat pada sore hari dan direncanakan ada jalur satu arah kembali. (mok/ads)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.