13 March 2026

Get In Touch

Provinsi dan Kota Palangka Raya Bersinergi Matangkan IPRO untuk Tingkatkan Investasi

Kunjungan DPMPTSP Provinsi Kalteng ke DPMPTSP Kota Palangka Raya.
Kunjungan DPMPTSP Provinsi Kalteng ke DPMPTSP Kota Palangka Raya.

PALANGKA RAYA (Lentera) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Tengah, melakukan upaya memperkuat koordinasi dengan DPMPTSP Kota Palangka Raya, dalam rangka mematangkan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) dengan melakukan kunjungan ke kantor DPMPTSP Kota Palangka Raya beberapa waktu lalu.

Plt Kepala DPMPTSP Kota Palangka Raya, Vallery Budianto, mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap proposal proyek investasi benar-benar disusun secara matang dan mempunyai daya tarik yang tinggi bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di wilayah setempat.

"Pertemuan strategis ini berfokus pada sinkronisasi data dan potensi daerah yang akan dituangkan dalam dokumen proposal investasi," papar Vallery, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, koordinasi menjadi hal vital sehingga proyek yang ditawarkan nantinya tidak mengalami kendala teknis maupun administratif di kemudian hari.

Vallery juga menyatakan kesiapan dan dukungan penuh dari jajarannya terhadap penyusunan dokumen dokumen IPRO tersebut.

Ia berpendapat, dokumen tersebut merupakan instrumen krusial karena memuat studi kelayakan (pra-FS), analisis pasar, hingga proyeksi keuangan yang mendalam.

"Dengan adanya proposal yang bersifat 'ready to offer' calon investor akan mendapatkan gambaran komprehensif mengenai kesiapan infrastruktur maupun legalitas proyek yang ada di Palangka Raya," ungkapnya.

Ia menambahkan, dokumen IPRO yang berkualitas diyakini dapat menjadi mesin penggerak untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, dengan adanya kepastian data dalam proposal tersebut, proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan terukur bagi investor.

Vallery menambahkan, koordinasi juga bertujuan untuk memastikan setiap proyek yang ditawarkan dalam IPRO tepat sasaran dan sejalan dengan rencana tata ruang wilayah.

"Hal ini akan berdampak secara langsung pada peningkatan realisasi investasi yang bermuara pada penguatan struktur ekonomi di Ibu kota Provinsi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Promosi dan Informasi Penanaman Modal (PPIPM), Sri Wulandari, menjelaskan jika dokumen disusun agar investor tidak merasa ragu terkait kesiapan lahan maupun dukungan regulasi lokal.

Ia menambahkan, dengan adanya dokumen IPRO yang solid, diharapkan pertumbuhan ekonomi di Kota Palangka Raya bisa melaju pesat melalui masuknya modal-modal baru yang produktif dari para investor

"Melalui sinergi antara pemerintah provinsi dan kota diharapkan bisa melahirkan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan," pungkasnya. (*)

 

Reporter : Novita
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.