13 March 2026

Get In Touch

Mudik Lebaran, Pertamina Jamin Stok BBM Malang Raya Aman dan Distribusi Lancar

Terminal Pertamina Malang, Jalan Halmahera, Kota Malang, Rabu (11/3/2026). (Santi/Lentera)
Terminal Pertamina Malang, Jalan Halmahera, Kota Malang, Rabu (11/3/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pertamina memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Malang Raya dalam kondisi aman menjelang arus mudik Lebaran 2026. Selain menjaga kecukupan stok, Pertamina juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar selama periode Ramadan dan Idul Fitri (RaFi).

"Terkait kesiapan BBM dari Pertamina, insyaallah kami sudah menyiapkan stok BBM. Masyarakat kami minta jangan panic buying. Ini isu-isu di luar sana yang katanya 20 hari habis, itu tidak benar," ujar Fuel Terminal Manager Pertamina Malang, Dolly Pratama Yudha, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, sistem distribusi BBM Pertamina berjalan secara berkelanjutan. Ketika stok mulai menipis, pasokan akan kembali diisi ulang sehingga tidak terjadi kekosongan.

Sebagai bagian dari kesiapan Satgas Ramadan dan Idul Fitri, Pertamina juga menyiapkan sejumlah langkah mitigasi distribusi BBM. Termasuk menempatkan mobil tangki cadangan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kemacetan.

Dolly menjelaskan, mobil storage atau mobil tangki tersebut ditempatkan di beberapa SPBU yang berada di kawasan rawan kemacetan, terutama di wilayah tujuan wisata.

Disebutkannya, terdapat 4 titik yang disiapkan untuk mobil tangki cadangan, yakni 2 titik di wilayah Kota Batu, satu titik di wilayah Blitar, serta satu titik di kawasan Malang Selatan. Masing-masing mobil tangki memiliki kapasitas hingga 24 kiloliter.

"Mobil storage ini kami standby-kan sejak 9 Maret lalu di titik-titik rawan macet. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir jika terjadi kemacetan di jalur tersebut," ujarnya.

Selain itu, Pertamina juga menyediakan layanan darurat bagi pengendara yang mengalami kehabisan BBM di jalan melalui call center 135. Melalui layanan ini, pengendara dapat meminta bantuan pengantaran BBM langsung ke lokasi.

Dolly juga memastikan distribusi BBM di wilayah Malang relatif aman dari dampak cuaca ekstrem. Hal itu karena pasokan BBM menuju Malang dipasok dari Surabaya menggunakan moda transportasi kereta api.

Pihaknya juga melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas BBM yang didistribusikan dari Terminal Pertamina Malang. Setiap kompartemen mobil tangki diperiksa sebelum melakukan pengiriman. "Kami pastikan tidak ada air di dalam kompartemen, warna sesuai, dan spesifikasi BBM sesuai standar," tegas Dolly.

Selain itu, pihaknya juga telah memetakan sejumlah titik rawan bencana seperti longsor yang berpotensi mengganggu jalur distribusi BBM. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pertamina menyiapkan sejumlah jalur alternatif pengiriman.

Jika jalur alternatif tersebut tidak dapat dilalui, Dolly menyebut telah menyiapkan skema dukungan distribusi dari terminal lain di wilayah sekitar, seperti dari arah barat melalui Madiun, dari timur melalui Banyuwangi, maupun dari utara melalui Surabaya.

"Namun sampai saat ini kami masih cukup menggunakan pola jalur alternatif jika terjadi gangguan di jalur distribusi BBM," tambahnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager Fuel Pertamina Malang, Arga Satya, memperkirakan konsumsi BBM selama periode RaFi di wilayah Malang Raya cenderung mengalami pergeseran ke daerah tujuan wisata.

Menurutnya, konsumsi BBM di wilayah Kota Malang diperkirakan tidak mengalami peningkatan signifikan selama libur Lebaran. Berdasarkan data historis, peningkatan konsumsi BBM selama periode libur Lebaran justru lebih terlihat di kawasan wisata seperti Kota Batu. 

"Kalau di Kota Batu selama RaFi peningkatannya bisa sampai sekitar 30 persen. Sementara di Kota Malang sejauh ini masih relatif stabil," kata Arga. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.