MADIUN (Lentera)– Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Madiun masih minim penerangan akibat keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Kondisi tersebut masih menjadi pekerjaan rumah, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat Idul Fitri.
Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun mencatat, dari kebutuhan sekitar 10.000 titik alat penerangan jalan (APJ), baru sekitar 8.100 titik yang terpasang.
Kasi Prasarana Jalan Dishub Kabupaten Madiun, Devie Anggara, mengatakan keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pemenuhan penerangan jalan tersebut.
“Masih kurang banyak. Selain minimnya anggaran, nominal untuk pemasangan titik APJ baru juga tidak sedikit,” ujar Devie, Kamis (4/3/2026).
Ia menjelaskan, biaya pemasangan satu titik APJ berkisar antara Rp 17 juta hingga Rp 20 juta.
Pada tahun ini, Pemkab Madiun mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk penambahan APJ. Anggaran tersebut diperkirakan hanya mampu menambah sekitar 60 titik lampu jalan baru.
Puluhan titik tersebut akan diprioritaskan di wilayah yang dinilai rawan dan masih minim penerangan, salah satunya di kawasan Kampung Baru, Kecamatan Saradan.
“Jalannya panjang dan masih gelap. Masyarakat juga menyampaikan kekhawatiran saat melintas malam hari, sehingga menjadi salah satu prioritas pemasangan penerangan,” jelasnya.
Devie juga mengingatkan agar fasilitas penerangan jalan tidak menjadi sasaran vandalisme, seperti pemasangan baliho atau spanduk pada tiang lampu.
Jika masyarakat menemukan kerusakan lampu jalan, laporan dapat disampaikan melalui call center Dishub Kabupaten Madiun di nomor 0811-3622-666.
Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo|Editor: Arifin BH




.jpg)
