02 March 2026

Get In Touch

Serangan Balasan Iran Menyasar Bandara Abu Dhabi, 1 Orang Tewas dan 11 Terluka

Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

SURABAYA (Lentera) - Serangan balasan Iran menyasar sejumlah wilayah di Uni Emirat Arab (UEA) salah satunya Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi, pada Minggu (1/3/2026) pagi. Atas serangan tersebut, satu orang tewas dan 11 orang dikabarkan terluka, selain itu juga mengakibatkan kerusakan.

"Bandara Abu Dhabi mengkonfirmasi insiden di Bandara Internasional Zayed yang mengakibatkan satu kematian warga negara Asia dan tujuh luka-luka," kata badan yang mengelola bandara tersebut dalam sebuah pernyataan yang di X, dilansir AFP, Minggu (1/3/2026).

Sedangkan, Anadolu Agency melansir empat staf terluka dalam sebuah “insiden” di Bandar Udara Internasional Dubai.  Serangkan Iran ini merupakan balasan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Keempat staf yang terluka itu menerima perawatan medis segera dan kondisi mereka tidak dijelaskan lebih lanjut.

Dalam unggahannya di platform X, pihak berwenang menyebut Bandara Dubai mengonfirmasi salah satu area penghubung terminal di Dubai International (DXB) mengalami kerusakan ringan dan situasi berhasil dikendalikan dengan cepat.

Tim tanggap darurat segera dikerahkan dan menangani keadaan tersebut bersama otoritas terkait, sebut pernyataan resmi.

Pernyataan itu menambahkan, berkat rencana kontinjensi yang telah disiapkan, sebagian besar terminal sebelumnya telah dikosongkan dari penumpang.

Pejabat setempat menyatakan pembaruan informasi akan disampaikan mengikuti perkembangan lebih lanjut melansir antara.

Sebelumnya pada Sabtu (28/2/2026), Uni Emirat Arab menyatakan negaranya menjadi sasaran serangan Iran yang menargetkan beberapa wilayah, terutama ibu kota Abu Dhabi, dan menewaskan satu warga.

Pada Sabtu (28/2/2026) pagi, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran untuk meniadakan apa yang disebut “ancaman” yang ditimbulkan oleh “rezim” Iran.

Sebagai balasan, Iran menargetkan wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan menggunakan rudal dan drone.

Israel kemudian menetapkan “keadaan darurat khusus dan segera” secara nasional.

Iran, di sisi lain, berjanji memberikan “respons keras” atas agresi tersebut dan meluncurkan rentetan rudal serta drone ke arah Israel dan pangkalan AS di kawasan. (*)

 

 

Editor : Lutfiyu Handi/berbagai sumber

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.