MALANG (Lentera) -Penanganan longsor yang menutup akses jalan penghubung Dusun Tamanrejo dan Dusun Tamansari, Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, masih berlangsung hingga Sabtu (28/2/2026) siang. Akses yang terdampak belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Update informasi yang diterima, tim Pusdalops PB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah melakukan koordinasi, pendataan, serta penanganan di lokasi kejadian. Alat berat dari unsur Bina Marga telah dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsoran," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.
Diketahui, tanah longsor yang terjadi pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 10.30 WIB tersebut memiliki panjang sekitar 20 meter, tinggi 20 meter, dan lebar 8 meter. Material longsoran berasal dari area kebun milik warga dan menutup total jalan penghubung 2 dusun yang dihuni sekitar 300 kepala keluarga (1.213 jiwa).
"Proses pembersihan dimulai sekitar pukul 12.11 WIB. Meski material longsor telah mulai dibersihkan, kondisi terkini menunjukkan jalan masih belum dapat dilalui kendaraan. Karena proses penanganan baru mencapai sekitar 50 persen," kata Sadono.
Petugas juga telah melakukan pendataan dampak di lapangan. Hingga saat ini, Sadono menegaskan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, akses alternatif sementara terpaksa harus ditempuh dengan jarak memutar sekitar 15 kilometer untuk mencapai kedua dusun yang terisolasi.
"Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dan mendukung proses penanganan lanjutan. BPBD bersama Muspika, perangkat desa, serta sejumlah pihak yang terlibat masih berada di lokasi untuk mempercepat pemulihan akses jalan," terangnya.
Lebih lanjut, Sadono mengatakan perkiraan nilai kerugian akibat kejadian ini masih dalam tahap pendataan. Pemerintah setempat menyatakan akan terus melakukan upaya penanganan hingga akses jalan benar-benar dapat kembali difungsikan secara normal.
"Perkembangan situasi akan terus diperbarui apabila terdapat informasi terbaru terkait progres pembersihan maupun kondisi di lapangan," pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH





.jpg)
