21 February 2026

Get In Touch

Tips Make Up Anti-Crack dan Tetap Flawless Seharian

Tips Make Up Anti-Crack dan Tetap Flawless Seharian

SURABAYA ( LENTERA ) - Make up yang “crack” atau pecah-pecah sering bikin tampilan wajah terlihat kering dan kurang halus, padahal riasan sudah diaplikasikan dengan niat maksimal. Biasanya ini terjadi karena kulit kurang terhidrasi, teknik layering terlalu tebal, atau produk tidak cocok dengan kondisi kulit. Untuk mengatasinya, ada beberapa langkah uangbharus diperhatikan.

Lembapkan kulit sebelum make up 
Langkah awal yang tidak kalah penting sebelum merias wajah adalah memastikan kulit berada dalam kondisi lembap. Kulit yang kering cenderung membuat foundation sulit menempel dengan sempurna, sehingga hasil riasan terlihat tidak rata dan mudah retak.

Gunakan pelembap yang sesuai dengan jenis kulit, lalu tunggu beberapa menit agar produk menyerap dengan baik sebelum melanjutkan ke tahap make up. Bila diperlukan, aplikasikan juga primer yang bersifat menghidrasi untuk memberikan dasar ekstra agar riasan lebih halus.

Selain menjaga kelembapan, kebersihan kulit juga perlu diperhatikan. Memastikan wajah bebas dari minyak dan kotoran dengan membersihkannya terlebih dahulu, kemudian gunakan toner sebelum pelembap. Langkah ini dapat membantu make up menempel lebih optimal.

Dengan begitu, jangan melewatkan rangkaian perawatan kulit sebelum make up. Tahapan inilah yang menjadi kunci utama untuk mendapatkan hasil riasan yang tahan lama dan bebas crack.

Pilih primer yang sesuai 
Primer menjadi salah satu kunci penting dalam tips make up anti crack. Bukan hanya berfungsi agar riasan lebih tahan lama, primer juga membantu menghaluskan permukaan kulit serta mengontrol minyak berlebih.

Agar hasilnya optimal, pemilihan primer perlu disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Mattifying primer cocok digunakan untuk kulit berminyak, sementara pore-filling primer dapat membantu menyamarkan tampilan pori-pori yang besar.

Penggunaan primer sebaiknya tidak berlebihan. Cukup aplikasikan secukupnya dan ratakan dengan lembut agar make up tidak menggumpal. Fokuskan pemakaian pada area yang rentan mengalami crack, seperti bawah mata, dahi, dan sekitar mulut.

Dengan primer yang tepat, foundation akan lebih mudah menyatu dengan kulit, sehingga tampilan make up terlihat lebih halus dan tahan sepanjang hari.
Aplikasikan foundation dan concealer dengan benar

Cara mengaplikasikan foundation sangat memengaruhi hasil akhir make up. Karena itu, hindari langsung mengoleskan foundation dalam jumlah banyak sekaligus.
Sebaiknya, bangun tingkat coverage secara bertahap dengan menggunakan produk secukupnya. Untuk hasil yang lebih halus dan natural, aplikasikan

foundation menggunakan beauty sponge yang lembap atau kuas dengan kualitas baik.
Setelah foundation, concealer bisa digunakan seperlunya dengan cara membubuhkan titik-titik kecil di area bawah mata, jerawat, atau noda pada kulit.

Pastikan untuk menekan produk ke kulit secara perlahan, bukan menggesernya.
Teknik ini membantu make up menempel lebih baik dan mengurangi risiko crack. Penggunaan foundation dan concealer yang terlalu tebal justru membuat riasan lebih mudah retak. Karena itu, fokuslah pada hasil akhir yang ringan, halus, dan merata.

Gunakan setting powder dan setting spray
Setelah foundation dan concealer diaplikasikan, langkah selanjutnya adalah mengunci make up dengan setting powder. Tahapan ini penting agar riasan lebih tahan lama dan tidak mudah bergeser.

Pilih bedak tabur dengan tekstur ringan agar tidak menumpuk di permukaan kulit. Aplikasikan secukupnya, terutama pada area yang cenderung berminyak, seperti T-zone dan area bawah mata.

Untuk hasil yang lebih segar, lanjutkan dengan menyemprotkan setting spray. Produk ini membantu menambah kelembapan sekaligus membuat setiap lapisan make up menyatu dengan lebih baik.

Selain itu, setting spray juga dapat mengurangi tampilan bedak yang terlihat terlalu berdebu, sehingga hasil akhir make up tampak lebih natural dan bercahaya.

Rutin membersihkan alat make up
Tips make up agar tidak crack yang satu ini sering kali terlupakan, yaitu menjaga kebersihan alat make up. Kuas dan spons yang jarang dibersihkan dapat dipenuhi sisa produk, sehingga tidak mampu meratakan foundation dengan optimal di kulit.

Selain membuat hasil riasan tampak cakey, alat make up yang kotor juga berisiko memindahkan bakteri ke kulit. Kondisi ini dapat membuat kulit terlihat kusam dan mengganggu proses regenerasi alami kulit.

Oleh karena itu, pastikan untuk rutin mencuci alat make up setidaknya setiap dua minggu sekali menggunakan air hangat dan sabun. Bersihkan lebih sering apabila sudah terlihat penumpukan produk agar hasil make up tetap halus dan sehat.
Tampil dengan make up yang flawless dari pagi hingga malam tentu menjadi impian banyak orang. Untuk mewujudkannya, memahami tips make up agar tidak crack menjadi hal yang penting. 

Dengan teknik dan produk yang tepat, tampilan wajah akan terlihat lebih segar, tidak kusam, dan riasan pun bertahan lebih lama.
Perlu diketahui, make up yang mudah crack bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi kulit yang kurang terhidrasi, pemilihan produk yang tidak sesuai, hingga teknik aplikasi yang kurang tepat. Dengan menerapkan lima tips yang telah dibahas, make up anti crack bukan lagi sekadar harapan, melainkan hasil nyata yang bisa kamu rasakan sehari-hari. (Ella- mahasiswa UINSA, berkolaborasi dalam tulisan ini).
 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.