20 February 2026

Get In Touch

Imunisasi Massal Campak di Kota Malang Capai 94,4 Persen, Dinkes Intensifkan Jemput Bola

Ilustrasi: Imunisasi Massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) di Kota Malang. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Imunisasi Massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) di Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pelaksanaan imunisasi massal campak di Kota Malang mencapai 94,4 persen dari total sasaran. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang pun mengintensifkan strategi jemput bola. Hal ini dilakukan untuk mengejar ambang minimal 95 persen guna membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak dilaksanakan pada 2-13 Februari 2026 dengan menyasar 23.111 anak usia sembilan bulan hingga 13 tahun. 

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 21.826 anak telah menerima imunisasi. Artinya sudah mencapai 94,4 persen," ujar Husnul, dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (19/2/2026).

Diakuinya, capaian tersebut memang belum sepenuhnya menyentuh angka 95 persen yang secara epidemiologis dibutuhkan untuk membentuk kekebalan kelompok. Meski selisihnya tipis, Dinkes menilai perlu ada langkah lanjutan agar target minimal tersebut dapat terpenuhi.

Untuk itu, Husnul menegaskan pihaknya akan melakukan sweeping dan kunjungan rumah kepada anak-anak yang belum menerima vaksin. Strategi ini dilakukan secara aktif oleh petugas kesehatan di wilayah sasaran.

"Kami lakukan sweeping dan kunjungan rumah untuk sasaran anak-anak yang belum tervaksin," tegasnya.

Langkah jemput bola tersebut, lanjut Husnul, akan dimaksimalkan dalam waktu dekat guna memastikan seluruh anak yang masuk dalam target bisa terlayani. Upaya ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah daerah dalam mencegah potensi penularan lanjutan campak. "Sejak selesai ORI, satu-dua minggu ini kami maksimalkan," tegasnya. 

Lebih lanjut, menurut Husnul pelaksanaan ORI campak sendiri tidak memandang status imunisasi sebelumnya, termasuk apakah anak telah menerima Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) atau belum. Seluruh anak dalam rentang usia yang ditentukan tetap menjadi sasaran.

Menurut Husnul, selain untuk menghentikan penularan, imunisasi massal ini juga bertujuan mencegah dampak lanjutan campak yang dapat berujung pada komplikasi serius. Hingga berpotensi terjadinya kasus fatal yang mengancam keselamatan anak.

ORI campak di Kota Malang, kata Husnul, difokuskan pada 2 wilayah kerja puskesmas, yakni Puskesmas Janti dan Puskesmas Kedungkandang. Kebijakan ini diambil berdasarkan temuan kasus campak di 2 kecamatan, yaitu Kedungkandang dan Sukun.

Di wilayah Puskesmas Janti, menurutnya capaian imunisasi telah mencapai 95,8 persen. Wilayah kerjanya meliputi Kelurahan Bandungrejosari, Tanjungrejosari, dan Sukun di Kecamatan Sukun.

Sementara itu, Puskesmas Kedungkandang mencatat capaian 92,86 persen. Dengan wilayah pelaksanaannya mencakup Kelurahan Kota Lama, Kedungkandang, Buring, dan Wonokoyo.

"Pelaksanaan ORI ini merupakan tindak lanjut atas temuan kasus campak sepanjang 2025. Berdasarkan data kami, terdapat sekitar 300 kasus suspek campak yang tersebar di lima kecamatan," kata Husnul.

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan hingga Desember 2025, terkonfirmasi 17 kasus campak di 3 kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Kedungkandang sebanyak 10 kasus, Sukun 3 kasus, dan Lowokwaru 4 kasus.

"Berdasarkan temuan tersebut, kami menerima Surat Edaran (SE) dari Dinkes Provinsi Jawa Timur untuk melakukan ORI di wilayah yang ditemukan kasus campak," pungkasnya. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.