09 February 2026

Get In Touch

Hadiri Harlah 1 Abad NU, Prabowo: Pemimpin Jangan Saling Benci Rakyat Butuh Persatuan

Sambutan Presiden RI Prabowo Subianto, dalam Mujahadah Kubro Puncak Harlah 1 Abad NU, Stadion Gajayana Kota Malang, Minggu (8/2/2026). (Santi/Lentera)
Sambutan Presiden RI Prabowo Subianto, dalam Mujahadah Kubro Puncak Harlah 1 Abad NU, Stadion Gajayana Kota Malang, Minggu (8/2/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kerukunan para pemimpin saat memberikan sambutan dalam Mujahadah Kubro, puncak Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026).

Di hadapan ratusan ribu jamaah, Prabowo mengingatkan pemimpin tidak boleh memelihara rasa benci, dendam, maupun dengki, karena rakyat membutuhkan persatuan.

"Tidak ada bangsa yang kuat, yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun. Boleh kita bertanding, bersaing, berbeda, berdebat, tetapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia harus rukun. Harus menjaga persatuan rakyat," ujar Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden menyinggung bahwa kemakmuran tidak mungkin terwujud tanpa perdamaian, dan perdamaian tidak mungkin hadir jika para pemimpin tidak bersatu.

Ia pun mengingatkan seluruh pemimpin di berbagai sektor dan lembaga untuk berjuang semata-mata demi kepentingan rakyat, bukan larut dalam konflik atau mencari kesalahan pihak lain. "Tidak boleh pemimpin punya dendam, rasa benci, rasa dengki, selalu mencari kesalahan pihak lain," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada NU, para kiai, ulama, dan seluruh Nahdliyyin atas peran mereka menjaga kedamaian dan stabilitas Indonesia selama ini.

Terkait dengan kegiatan ini, Prabowo juga mengapresiasi keterlibatan gereja dalam menyukseskan acara tersebut. Sebagai cerminan kerukunan lintas iman yang selama ini diajarkan para tokoh NU, termasuk Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Saya juga terharu mendengar betapa gereja turut menyukseskan acara ini. Kita mungkin berbeda, tetapi kita harus hidup dalam kerukunan," tuturnya.

Menurut Prabowo, usia 100 tahun NU telah membuktikan organisasi tersebut sebagai salah satu pilar utama keutuhan bangsa. Ia menyebut, dalam setiap fase penting perjalanan bangsa, NU selalu hadir mengambil peran.

"Setiap kali negara dalam bahaya, NU tampil menyelamatkan. Termasuk dalam perjuangan kemerdekaan, keberhasilan itu dipimpin juga oleh para kiai dan ulama," ucapnya.

Dalam pantauan di lokasi, Puncak Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana dihadiri Rais ‘Aam KH Miftakhul Akhyar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf. 

Serta sejumlah tokoh nasional seperti Ketua MPR RI, para menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, Gubernur Jawa Timur, jajaran Forkopimda, dan kepala daerah se-Malang Raya. Sementara itu, lebih dari 107 ribu jamaah mengikuti rangkaian acara dan bershalawat bersama.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.