Anggota DPRD : Penghargaan I-SIM for Cities 2025 Bukti Arah Pembangunan Palangka Raya Sudah Tepat.
PALANGKA RAYA (Lentera) – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya kembali berhasil menembus 10 besar kota terbaik nasional dalam program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Cities 2025. Dimana penilaian menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan berbasis SDGs.
Terkait capaian ini, Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu, mengemukakan pendapat dengan masuknya Palangka Raya dalam jajaran 10 besar nasional dengan kategori The Encourager, menunjukkan arah pembangunan daerah sudah berada di jalur yang tepat.
"Prestasi ini patut dibanggakan, karena Pemkot Palangka Raya dinilai mampu mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional,” papar Hap, Jumat (6/2/2026).
Menurut Hap, skor 65,16 yang diraih Kota Palangka Raya mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah, dalam menjalankan kebijakan pembangunan yang selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari aspek lingkungan, sosial, hingga ekonomi.
Selain itu ia juga menyoroti peran kolaborasi lintas sektor yang menjadi faktor pendukung keberhasilan tersebut. Sinergi antara perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan partisipasi masyarakat dinilai telah berjalan dengan cukup solid.
“Ini merupakan hasil kerjasama dari berbagai pihak terkait, DPRD siap mendukung melalui fungsi penganggaran dan pengawasan agar program-program berbasis SDGs semakin diperkuat,” jelasnya.
Disisi lain, Hap mengingatkan agar penghargaan tersebut tidak berhenti pada pencapaian simbolik semata. Ia menekankan jika tantangan sesungguhnya ada pada implementasi di lapangan.
Ia berharap kedepannya Pemkot Palangka Raya bisa mempertahankan, bahkan meningkatkan capaian tersebut melalui kebijakan pembangunan jangka panjang yang konsisten dan berkelanjutan.
"Selain menjadi pemicu, dampak dari diraihnya penghargaan ini harus benar-benar dapat dirasakan masyarakat, terutama di sektor ekonomi kerakyatan, lingkungan hidup, dan kesejahteraan sosial, termasuk kelompok rentan,” pungkasnya. (*)
Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
