JAKARTA (Lentera) - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,11% pada 2025. Ini menjadi yang tertinggi sejak 2022 atau tiga tahun terakhir.
BPS melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) adalah Rp 23.821,1 triliun pada 2025. Tumbuh 5,11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Pencapaian ini Lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi 2024 yang sebesar 5,03% yoy. Kemudian juga tertinggi sejak 2022.
Sebelumnya, konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg menghasilkan median proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 di 5,05% yoy.
Sedangkan untuk 2026, Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI), Faisal Rachman menilai pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi lagi. Proyeksinya ada di 5,1-5,2%.
Dia mengatakan bahwa risiko ekonomi 2026 sepertinya mirip dengan 2025. Gal ini seiring dengan sisi eksternal yang ada ketidakpastian kebijakan perdagangan, tensi geopolitik, dan perlambatan ekonomi di China.
“Sedangkan dari sisi domestik, menjaga kestabilan politik menjadi sangat penting. Masih ada ruang untuk stimulus fiskal dan moneter, tetapi di saat yang sama pengambil kebijakan perlu mencari keseimbangan antara mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas,” papar Faisal melansir bloombergtechnoz
Pertumbuhan ekonomi 2026 bisa tertarik ke atas apabila kondisi politik dalam negeri membaik, reformasi struktural berlanjut, serta keyakinan konsumen dan dunia usaha terus membaik. Namun ada risiko ke bawah (downside risk) jika pemerintah tidak mampu menyeimbangkan antara agenda pro-growth dengan menjaga stabilitas makro ekonomi. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
