06 February 2026

Get In Touch

Roket Zhuque-3 Besutan LandSpace Tantang SpaceX

Roket Zhuque-3 Besutan LandSpace Tantang SpaceX

SURABAYA ( LENTERA ) - Upaya Cina menembus dominasi Amerika Serikat di sektor teknologi luar angkasa memasuki tahap baru. LandSpace, perusahaan rintisan antariksa yang berbasis di Beijing, tengah mempercepat pengembangan roket Zhuque-3, sistem peluncur orbit yang dirancang dapat digunakan kembali. Proyek ini secara terbuka diposisikan sebagai penantang Falcon 9 milik SpaceX.

Zhuque-3 dikembangkan dengan konsep pendaratan vertikal setelah misi peluncuran, pendekatan yang selama ini menjadi keunggulan utama SpaceX dalam menekan biaya operasi. LandSpace menilai efisiensi biaya sebagai faktor penentu dalam persaingan ekonomi luar angkasa, terutama di pasar peluncuran satelit komersial. Roket ini diperkirakan mampu mengangkut muatan hingga 18,3 ton ke orbit rendah Bumi.

Kemajuan teknis Zhuque-3 terlihat dari serangkaian pengujian di Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, wilayah barat laut Cina. Pada awal 2024, LandSpace berhasil melakukan uji lepas landas dan pendaratan vertikal (vertical take-off and vertical landing/VTVL) dalam skala rendah. Tahapan berikutnya adalah uji statis yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2025, guna memverifikasi kinerja sembilan mesin TQ-12A yang menjadi sistem propulsi utama roket tersebut.

Berbeda dengan roket generasi lama yang mengandalkan bahan bakar berbasis kerosin, Zhuque-3 menggunakan kombinasi metana cair dan oksigen cair. Pilihan ini dinilai lebih bersih secara emisi, lebih stabil untuk pembakaran berulang, serta lebih sederhana dalam perawatan pascapenerbangan. Pendekatan serupa juga digunakan SpaceX dan sejumlah pengembang roket generasi baru lainnya.

LandSpace mendapat dukungan dari kebijakan pemerintah Cina yang kini lebih terbuka terhadap pendanaan swasta dan pasar modal di sektor teknologi strategis. Perusahaan ini mengakui terinspirasi oleh keberhasilan SpaceX, namun menekankan bahwa pengembangan Zhuque-3 merupakan hasil adaptasi dan inovasi mandiri.

 Penggunaan material baja tahan karat dipilih untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan ketahanan struktur roket.
Persaingan antariksa global saat ini bergeser dari sekadar simbol kekuatan negara menuju kompetisi efisiensi teknologi dan model bisnis. Kehadiran Zhuque-3 menandai upaya Cina memperluas peran perusahaan swasta dalam industri peluncuran. 

Jika seluruh tahapan uji berjalan sesuai rencana, Zhuque-3 berpotensi menjadi pemain penting dalam ekosistem peluncuran orbit rendah Bumi, berdampingan dengan Falcon 9 milik SpaceX.(Nathasya-UINSA, berkontribusi dalam tulisan ini)

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.