SURABAYA (Lentera)— Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyoroti rendahnya rasio pengusaha nasional yang dinilai telah memasuki fase darurat. Keduanya mendorong lahirnya wirausahawan baru sebagai jalan keluar keterbatasan lapangan kerja formal.
Isu tersebut mengemuka dalam seminar nasional bertajuk Indonesia Darurat Pengusaha: Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Kekuatan Wirausaha yang digelar Ruang Tumbuh Akademi di Hotel Namira Syariah, Surabaya, Sabtu (31/1/2026).
Sandiaga mengatakan persoalan utama ekonomi Indonesia bukan semata pertumbuhan, melainkan ketidakmampuan menciptakan lapangan kerja secara mandiri dan berkelanjutan. “Darurat pengusaha itu kondisi ketika ekonomi tidak mampu menciptakan pekerjaan yang layak bagi masyarakat,” kata Sandiaga.
Menurut dia, penguatan kewirausahaan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari akses permodalan, peningkatan keterampilan, hingga perluasan jejaring pasar. Ia menilai pertumbuhan pengusaha baru menjadi solusi jangka panjang untuk menekan pengangguran sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Sementara, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan pemerintah kota berkomitmen memperkuat ekosistem usaha, khususnya bagi pelaku UMKM dan wirausaha pemula. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan program ekonomi kreatif dan pendampingan bisnis bagi masyarakat menengah ke bawah.
“Gerakan ekonomi kreatif mampu menciptakan lapangan kerja baru. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi, bukan menggantikan peran pengusaha,” ujar Eri.
Ia menambahkan, Pemkot Surabaya terus membuka ruang pembinaan dan kemudahan akses usaha agar pelaku ekonomi lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas dan memiliki daya saing.
Selain Sandiaga dan Eri, seminar ini juga menghadirkan sejumlah praktisi bisnis, akademisi, serta tokoh gerakan ekonomi nasional. Diskusi yang dimoderatori Guru Besar Islamic Finance Universitas Airlangga Muhammad Nafik berlangsung dinamis, dengan peserta dari kalangan mahasiswa, pelaku UMKM, dan calon pengusaha.
Founder Namira Hotel Surabaya Mustofa Bawazir yang juga hadir dalam kegiatan itu menyoroti pentingnya pendidikan kewirausahaan yang berbasis pengetahuan serta pembentukan pola pikir yang tepat. Ia menilai, tidak sedikit pelaku usaha yang terjun ke dunia bisnis bukan karena kesiapan, melainkan akibat tekanan situasi, seperti pemutusan hubungan kerja.
“Banyak yang akhirnya berwirausaha karena terpaksa. Kelompok ini perlu didampingi dan dibekali mindset serta kemampuan manajerial agar usahanya bisa berkelanjutan,” kata Mustofa.(Tim Uinsa berkontribusi dalam tulisan ini/dya)





.jpg)
