MALANG (Lentera) - Dua kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) sempat muncul di Kota Malang pada awal 2026 ini, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan telah ditangani dan hewan ternak yang sempat terjangkit dinyatakan sembuh.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan mengatakan dua kasus PMK itu ditemukan pada sapi milik peternak di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru.
"Ada dua kasus, alhamdulillah sudah berhasil ditangani dan sudah dinyatakan sembuh. Lokasinya di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru," ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Slamet menjelaskan, sapi yang terpapar PMK menunjukkan gejala khas berupa mulut mengeluarkan air liur berlebih serta adanya luka pada bagian kuku. Setelah menerima laporan dari peternak, tim Dispangtan langsung melakukan penanganan secara intensif.
Menurut Slamet, langkah cepat dilakukan dengan pemberian antibiotik dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh hewan ternak yang terinfeksi. Penanganan dini tersebut dinilai efektif mencegah penyebaran penyakit ke ternak lainnya.
"Begitu ada laporan, tim langsung turun. Penanganannya intensif sehingga kondisinya cepat membaik," jelasnya.
Selain penanganan kasus, Dispangtan juga mengintensifkan upaya pencegahan agar PMK tidak kembali muncul. Salah satunya melalui penyemprotan cairan disinfektan di kandang-kandang ternak milik peternak.
Slamet juga mengaku telah memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk ke wilayah Kota Malang. Setiap hewan ternak diwajibkan dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) sebagai langkah antisipasi penyebaran PMK dari luar daerah.
Di sisi lain, upaya pencegahan juga diperkuat melalui program vaksinasi PMK. Slamet mengungkapkan, pihaknya telah menerima sebanyak 1.000 dosis vaksin PMK dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Namun demikian, jumlah tersebut diakui masih belum mencukupi kebutuhan. Pasalnya, populasi sapi di Kota Malang mencapai sekitar 2.500 ekor. "Vaksinasi akan kami lakukan secara bertahap mulai Februari. Vaksin dari provinsi juga dibagi ke daerah lain di Jawa Timur," tuturnya.
Apabila stok vaksin yang tersedia telah habis, Dispangtan memastikan akan segera mengajukan tambahan alokasi vaksin kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna memperkuat perlindungan ternak dari ancaman PMK.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





.jpg)
