PALANGKA RAYA (Lentera) – Dampak buruk penggunaan gawai secara berlebihan pada anak menjadi sorotan DPRD Palangka Raya, karena tren kecanduan gawai pada anak saat ini sudah cukup memprihatinkan. Wakil Ketua (Waket) II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, mengingatkan peran orang tua untuk mencegah anak kecanduan gawai sangat penting.
Untuk itu, dia mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi dan membatasi aktivitas anak dalam bermain gawai atau hanphone (Hp) termasuk game online. “Jika anak dibiarkan bermain gawai tanpa adanya kontrol, maka bisa berdampak negatif pada pusat saraf dan pola pikir, karena itu pengawasan ketat dari orang tua sangat diperlukan," papar Nenie, Selasa (27/1/2026).
Ia mengingatkan pentingnya peran orang tua menerapkan batasan waktu dalam penggunaan gawai, serta membimbing anak menggunakan teknologi secara sehat dan seimbang. Banyak anak menghabiskan waktu berjam-jam dengan ponsel hingga mengabaikan belajar dan aktivitas penting lainnya.
Nenie berpendapat, kecanduan game online bukan hanya mempengaruhi kemampuan belajar, akan tetapi bisa berdampak juga pada kesehatan fisik, mental, hingga perilaku anak. “Jika sudah kecanduan, anak akan lebih banyak menghabiskan waktu bermain game, tentunya ini sangat berbahaya bagi perkembangan mereka,” jelasnya.
Nenie melanjutkan, sebagai langkah pencegahan, orang tua supaya menerapkan manajemen waktu yang disiplin, memperkuat kedekatan emosional dengan anak, serta memberikan contoh penggunaan teknologi yang baik dan tepat guna.
Ia menambahkan, perlu adanya ketegasan dari orang tua dalam membatasi waktu bermain game, hal ini penting demi kesehatan fisik dan mental, serta masa depan anak. "Dalam upaya pencegahan kecanduan terhadap game online, orang tua harus hadir memberikan arahan sekaligus menjadi teladan bagi anak,” pungkasnya. (*)
Reporter : Novita
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
