ASEAN Para Games 2025 Thailand Resmi Ditutup, Indonesia Posisi Kedua dengan 135 Medali Emas
BANGKOK (Lentera) - Ajang ASEAN Para Games 2025 di Thailand resmi ditutup, Minggu (25/1/2026) tadi malam, kontingen Indonesia menduduki posisi kedua dalam klasemen medali setelah mengumpulkan 135 medali emas, 144 medali perak, dan 114 medali perunggu.
Laman ASEAN Para Games 2025, pada Minggu (25/1/2026) malam menuliskan dirilis Antara, Indonesia total mengoleksi 393 medali. Tuan rumah Thailand menjadi juara umum dengan 175 medali emas, 155 medali perak, dan 158 medali perunggu, atrau total 488 medali.
Malaysia di posisi ketiga dengan 64 medali emas, 64 medali perak, dan 73 medali perunggu, atau total 201 medali. Posisi keempat diduduki Filipina dengan 45 medali emas, 37 medali perak, dan 52 medali perunggu.
Sedangkan posisi kelima ditempati Vietnam dengan 38 medali emas, 48 medali perak, dan 58 medali perunggu.
Myanmar menduduki posisi keenam dengan 20 medali emas, 17 medali perak, dan 20 medali perunggu. Singapura di posisi ketujuh dengan 13 medali emas, tujuh medali perak, dan sembilan medali perunggu.
Posisi kedelapan ditempati Timor Leste dengan tiga medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Laos di posisi kesembilan dengan dua medali emas, lima medali perak, dan sembilan medali perunggu.
Brunei Darussalam juru kunci dengan satu medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu.
Berdasarkan laman APG 2025, Senin (26/1/2026), perolehan keseluruhan medali didapatkan tim Merah Putih dari 18 cabang olahraga yang diikuti, sejak 19-25 Januari.
Hasil tersebut memastikan Indonesia finis di posisi kedua klasemen akhir perolehan medali dalam multievent olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara itu.
Sejak awal keberangkatan ke Thailand, Indonesia menargetkan minimal finis di tiga besar. Target itu dinilai realistis mengingat sejumlah nomor andalan Indonesia tidak dipertandingkan, serta adanya pengurangan partisipasi dari beberapa negara, termasuk Kamboja.
Kontingen Tanah Air yang dipimpin Chef de Mission (CdM), Reda Manthovani itu sebelumnya dibebani target 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Namun, performa konsisten para atlet sepanjang sepekan pelaksanaan kompetisi mampu melampaui sasaran awal tersebut secara signifikan. Sejumlah cabang olahraga tampil dominan dan menjadi tulang punggung perolehan medali.
Cabang para atletik menjadi penyumbang emas terbanyak dengan torehan 44 emas, 39 perak, dan 23 perunggu. Sementara, para renang berada di posisi kedua dengan kontribusi 29 emas, 37 perak, dan 20 perunggu.
Cabang para bulu tangkis juga melampaui target setelah mengoleksi 12 emas, sembilan perak, dan tujuh perunggu.
Adapun para angkat berat menyumbangkan sembilan emas dan empat perak. Sedangkan para judo menjadi satu-satunya yang menyapu seluruh nomor pertandingan yang diikuti yakni menyabet tujuh emas, tiga perak, dan satu perunggu.
Perolehan medali Indonesia bertambah pada hari terakhir kompetisi melalui cabang para catur. Sejumlah partai final yang digelar di Auditorium Nakhon Ratchasima Rajabhat University, turut menambah pundi-pundi medali kontingen Indonesia hingga penutupan ajang.
Setelah masa pertandingan selesai, tahapan ajang masuk ke momen upacara penutupan (closing ceremony), yang diselenggarakan di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, pada Minggu, pukul 19.00 WIB.
Editor: Arief Sukaputra





.jpg)
