04 February 2026

Get In Touch

Anggota DPRD Palangka Raya Minta Pemkot Perhatikan Pemerataan MBG ke Wilayah 3T

Dapur SPPG belum menjangkau hingga seluruh wilayah 3T
Dapur SPPG belum menjangkau hingga seluruh wilayah 3T

PALANGKA RAYA (Lentera) - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palangka Raya masih menghadapi tantangan dalam hal pemerataan akses, khususnya ke wilayah tertinggal, terdepanl, dan terluar (3T).

Menanggapi permasalahan ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro mengatakan program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah saat ini lebih banyak berjalan optimal di wilayah perkotaan, dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penopang utama pelaksanaannya. 

"Fakta ini menunjukkan upaya pemerataan manfaat program MBG menjadi hal yang krusial, untuk diperhatikan oleh pemerintah daerah setempat," papar Jati, Sabtu (24/1/2026).

Ia melanjutkan, sebagian besar pelaksanaan MBG masih bergantung pada dapur SPPG yang lokasinya berada di perkotaan, sementara wilayah 3T masih memiliki keterbatasan dalam hal fasilitas dan aksesibilitas.

Sebagai solusi, pembangunan dapur SPPG di wilayah 3T dapat menjadi kunci untuk menjamin pemerataan pelaksanaan MBG.

SPPG tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuatan makanan bergizi, tetapi juga sebagai pusat pemenuhan gizi yang dapat menjangkau anak-anak di sekolah yang berada di daerah terpencil. 

"Karena belum tersedianya dapur SPPG di daerah terpencil, sehingga distribusi makanan bergizi ke wilayah tersebut sering menghadapi kendala logistik dan dalam menjaga kualitas gizi makanan yang disediakan," jelasnya.

Jati mengutarakan, kendala utama dalam pembangunan dapur SPPG di wilayah 3T antara lain, akses lokasi yang sulit, keterbatasan anggaran, serta kebutuhan akan sumber daya manusia yang terlatih untuk mengelola fasilitas tersebut.

Ia menambahkan, faktor infrastruktur seperti pasokan air bersih dan listrik juga menjadi pertimbangan penting dalam pembangunan dapur SPPG, agar dapat beroperasi secara maksimal.

"Upaya pemerataan MBG melalui pembangunan dapur SPPG di wilayah 3T diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan status gizi anak-anak di seluruh wilayah Kota Palangka Raya," tuturnya.

Jati meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya melalui berbagai dinas terkait, untuk mulai menyusun rencana strategis agar bisa memperluas jaringan dapur SPPG hingga ke wilayah 3T.

Ia menyarankan, agar Pemkot melakukan kajian mendalam antara lain terhadap kebutuhan setiap daerah, mengajukan alokasi anggaran khusus, serta bekerja sama dengan pihak terkait seperti dinas pendidikan, dinas kesehatan, dan masyarakat lokal, guna mendukung pelaksanaan pembangunan dan operasional dapur SPPG.

"Dengan tersedianya fasilitas yang memadai dan akses yang merata, diharapkan tidak ada lagi siswa yang terlewatkan dari manfaat program MBG, sehingga mereka dapat tumbuh kembang secara optimal serta prestasi belajar yang meningkat," tutupnya.

 

Reporter: Novita/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.