SITUBONDO (Lentera) - Banjir luapan air sungai atau banjir bandang yang melanda lima kecamatan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Rabu (21/1) malam selain menerjang ribuan rumah juga sedikitnya 21 sekolah SD dan SMP terdampak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo, Sopan Efendi menyebutkan dari 21 sekolah SD dan SMP yang terdampak banjir itu, ada dua sekolah paling parah yakni SDNI 1 Kalianget dan SMPN 1 Banyuglugur.
"SDN 1 Kalianget dan SMPN 1 Banyuglugur ini berdampingan dan terdampak paling parah, tembok pagar belakang sekolah ambruk dan material banjir seperti lumpur dan sampah masuk ke sekolah," ujarnya di Situbondo meengutip Antara, Sabtu (24/1/2026).
Sopan Efendi menyampaikan, telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, mengenai data jumlah lembaga pendidikan SD dan SMP terdampak banjir.
Menurutnya, pascabanjir bandang aktivitas kegiatan belajar mengajar diliburkan, karena para guru dan warga kerja bakti membersihkan air bercampur lumpur yang masuk ke ruang kelas maupun ruang guru.
"Sejak, Kamis (22/1/2026) pascabanjir sekolah diliburkan sampai hari ini karena masih dilakukan pembersihan material banjir, kami juga meminta bantuan Damkar membersihkan lumpur di SMPN 1 Banyuglugur dan SDN 1 Kalianget karena menjadi terdampak terparah," kata Sopan.
Adapun data lembaga pendidikan SD dan SMP terdampak banjir yaitu SDN 9 Kilensari, SDN 4 Sumberkolak, SDN 2 Curahkalak, SDN 1 Klatakan, SDN 2 Klatakan, Kantor Korwil kendit, SDN 5 Kendit, SDN 1 Bugeman, SDN 1 Banyuglugur, SDN 1 Kalianget, SDN 3, Lubawang, SD Terpadu An Nadwah Lubawang, SDN 2 Kalimas, SDN 2 Pesisir, SDN 6 Pesisir, SDN 7 Pesisir, SDN 2 Blimbing, SDN 5 Olean, SMPN 1 Kapongan, dan SMPN 1 Banyuglugur.
Diberitakan, banjir luapan Sungai Lubawang, Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, menerjang 440 rumah warga dan di Desa Lubawang, yang merupakan salah satu desa paling parah terdampak banjir bandang.
Selanjutnya, dampak terparah banjir bandang di desa lainnya yang masih dalam satu kecamatan yakni Desa Kalianget, dengan rumah terdampak sebanyak 246 unit.
Terdampak banjir luapan air Sungai Lubawang lainnya adalah di Kecamatan Besuki dengan 5.425 rumah terdampak, tersebar di Desa Pesisir 2.882 rumah, Desa Kalimas 193 rumah, Desa Demung 44 rumah, dan Desa Besuki 2.306 rumah.
Hujan dengan intensitas tinggi, pada Rabu (21/1/2026) juga menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap dan menggenangi 113 rumah warga di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, dan Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, sebanyak 169 rumah, selanjutnya di Desa/Kecamatan Kendit sebanyak 154 rumah.
Editor: Arief Sukaputra





.jpg)
